Ayo lawan COVID-19: StayAtHome-Jaga Jarak-Hindari Kerumunan-Pakai Masker-Jaga Kondisi Tubuh

Minggu, 10 Juli 2011

Mahasiswa FMIPA UKIT-YPTK diberi peluang praktek dan penelitian


Kunjungan ke B2P2TO-OT Depkes RI di Tawangmangu, Jateng


Minggu, (13/03) mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan-Kuliah Kunjungan Industri (KKL-KKI) Jurusan Farmasi FMIPA UKIT, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO- OT) di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Selain mendapatkan kesan dan wawasan di tempat penelitian tanaman oat terbesar di Indonesia tersebut, mahasiswa juga diberi peluang untuk praktek lapangan atau penelitian skripsi di tempat ini.

Menurut Kepala Bidang Program, Komunikasi dan Informasi B2P2TO-OT Drs. Slamet Wahyono, Apt. yang menerima mahasiswa farmasi FMIPA UKIT YPTK, dengan terbangunnya kerjasama ini maka balai penelitian tanaman obat siap menerima mahasiswa untuk penelitian atau praktek. “Bapak, ibu pimpinan tinggal mengirimkan surat pengantar atau pemberitahuan lengkap dengan judul penelitian dan proposalnya. Fokus kita pada observasi medis. Seperti apa khasiat suatu tanaman obat.” Ungkap Wahyono menjawab pertanyaan Jeane Mongi, SSi,Apt dosen jurusan Farmasi.


Hebatnya balai ini memiliki mess peneliti dengan daya tampung memadai dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal mahasiswa penelitian.

Fasilitas penelitian yang dimiliki B2P2TO-OT terbilang sangat lengkap. Balai ini memiliki lahan 18,5 hektar, gedung laboratorium berlantai 3, klinik saintifikasi jamu “Hortus Medicus”, perpustakaan dengan 1.238 koleksi pustaka, mess peneliti, ruang pasca panen, rumah kaca, kebun penelitian, etalase tanaman obat dan kebun produksi ,museum mini obat tradisional, herbarium kering dan basah.

Laboratoriumnya memiliki 11 instalasi, jadi sangat komplit untuk penelitian. Instalasi laboratorium tersebut adalah: Instalasi benih dan pembibitan tanaman obat, Laboratorium Sistematika Tanaman, Instalasi Adaptasi dan Pelestarian, Instalasi Koleksi Tanaman Obat, Instalasi pascapanen, Laboratorium hama dan penyakit tanaman, Laboratorium galenika (fito farmasetik), laboratorium farmakognosi dan fitokimia, laboratorium kultur jaringan dan mikrobiologi, laboratorium eksperimental dan laboratorium bioteknologi.

Ketua jurusan Farmasi FMIPA UKIT, Novel Kojong, SSi,Msi,Apt. mengaku senang dan pusa dengan kunjungan ini. Kunjungan diakhiri dengan kunjungan ke kebun percontohan tanaman obat dan laboratorium penelitian./

Mahasiswa Farmasi FMIPA UKIT - YPTK Kunjungi B2P2TO-OT dan PT Sido Muncul

Program Kuliah Kerja Lapangan dan Kunjungan Industri ke Pulau Jawa, merupakan usaha meningkatkan kualitas kompetensi keilmuan mahasiswa Farmasi FMIPA UKIT. 
Pada tanggal 13 Maret 2011, mahasiswa mengunjungi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Sedangkan Senin (14/03), tim mengunjungi PT Sido Muncul di Semarang.

B2P2TO-OT merupakan pusat penelitian obat tradisional (otra) di bawah naungan Balitbang Kesehatan kementrian Kesehatan RI yang resmi menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Depkes RI sejak tahun 1978 dengan tugas pokok melaksanakan penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional.

Tim diterima oleh salah satu pimpinan B2P2TO-OT Drs. Slamet Wahyono, Apt. di ruang “Sinema Fitomedika”, ruang yang dirancang dengan format teater. Bapak Slamet  langsung mempresentasikan keberadaan balai penelitian tersebut, yang ternyata bukan sekedar balai. Mahasiswa dibuat terkesan dengan presentasi yang diawali dengan pemutaran video tentang obat tradisonal dan manfaatnya bagi masyarakat dari aspek kesehatan dan ekonomi.

“Kami memiliki empat kelompok program penelitian dan memiliki lahan 15,8 hektar untuk penelitian dan pengembangan tanaman obat” ungkap wahyono. Menurutnya, keempat kelompok program penelitian (KPP) tersebut adalah: Bioprospeksi, Standarisasi Tanaman Obat, Teknologi Tanaman Obat dan Khasiat dan Kemananan Obat Tradisional.

Sarana dan prasarana balai boleh dibilang komplit. Balai ini memiliki gedung laboratorium berlantai 3, klinik saintifikasi jamu “Hortus Medicus”, perpustakaan dengan 1.238 koleksi pustaka, mess peneliti, ruang pasca panen, rumah kaca, kebun penelitian, etalase tanaman obat dan kebun produksi ,museum mini obat tradisional, herbarium kering dan basah.

Klinik Hortus Medicus, merupakan tempat pemeriksaan kesehatan dengan resep obat adalah obat tradisional. Klinik ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Tawangmangu. Klinik ini telah ditetapkan sebagai klinik tipe A. Di tempat ini terdapat “Griya Jamu” semacam klinik kesehatan dan apotek jamu.

Usai penjelasan panjang lebar, mahasiswa diajak mengunjungi fasilitas laboratorium dan kebun obat tradisional. Banyak jenis tanaman yang ditemui. Disamping tanaman khas jawa, terdapat juga tanaman yang bisa ditemui di Sulut. Melihat usaha pengembangan dan prosepek yang menjanjikan di lahan seluas 18,5 hektar, dekan FMIPA UKIT Denny ZJ Nelwan, SSi,Msi, memberikan komentar menarik kaitannya dengan potensi GMIM khususnya UKIT. “GMIM yang memiliki asset tanah yang luas sebenarnya bisa mengembangkan obat alami ini untuk kepentingan pengembangan ekonomi jemaat. Begitu juga dengan potensi rumah sakit yang  dapat menjadi mitra penelitian dan pengembangan. Apalagi kalau UKIT sudah menyatu, pasti potensi itu akan semakin kuat. Karena kalau kita terpecah, sulit untuk bisa berkembang,” ungkap Dekan FMIPA yang juga adalah alumni FMIPA UKIT.

Kunjungan di PT Sido Muncul Semarang
Sementara itu di PT Sido Muncul, tim diterima divisi humas Mia Maharani dan Bambang Supartoko,SP,Msi.  Di pabrik produsen Kuku Bima Energ! Ini, mahasiswa banyak mendapat pembelajaran tentang Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan proses quality control (QC).

PT Sido Muncul adalah perusahaan yang memproduksi berbagai bentuk sediaan jamu cair, sediaan padat seperti tablet dan serbuk. Beberapa produk perusahaan ini diantaranya: produk suplemen nutrisi Kuku Bima Energ!,  Tablet Tolak Angin, Jamu Komplit Serbuk, Jamu Anak Sehat, Kuku Bima, jahe Bima, Kopi Jahe dan Kopi Ginseng.

Meskipun mulai merasa kelelahan, namun mahasiswa puas dengan kunjungan ini. Apalagi PT Sido Muncul telah memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk pengolahan obat tradisional. Di lahan pabrik seluas 60 hektar, perusahaan ini memiliki unit produksi serta unit R & D (Research and Development) termasuk laboratorium dimana tenaga biologi dan farm,asi sangat dibutuhkan sebagai tenaga QC. Laboratorium tersebut adalah: Laboratorium  Farmakognosi, Toksikologi dan Laboratorium Mikrobiologi.