Ayo lawan COVID-19: StayAtHome-Jaga Jarak-Hindari Kerumunan-Pakai Masker-Jaga Kondisi Tubuh

Rabu, 22 Mei 2013

Kemah Studi & Pengabdian (KSP) MIPA UKIT 2013

Kemah Studi & Pengabdian (KSP) FMIPA UKIT 2013 berlangsung selama seminggu (7-12 Mei 2013) dilaksanakan di Desa Wakan Kec.Amurang Barat Kab.Minahasa Selatan telah berakhir dengan sukses.  Berbagai kegiatan mewarnai kegiatan tersebut antara lain: Bakti Sosial, Seminar Ilmiah, Pengobatan Gratis, serta diselingi kegiatan internal untuk mahasiswa seperti LKTL dan TOT.  Hukum Tua Desa Wakan Bpk.Hengky Tambingon menyambut baik kegiatan tersebut, karena kegiatan yang dilaksanakan sangat menyentuh kehidupan masyarakat; dan berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa-masa mendatang. Sukses FMIPA UKIT YPTK.......,small is beautiful....!




Minggu, 05 Mei 2013

LULUSAN FMIPA UKIT (YPTK) TAHUN 2013


      Awal April 2013 tepatnya tanggal 6 April lalu, FMIPA UKI Tomohon (YPTK) kembali meluluskan sekitar 42 orang sarjana yang terdiri atas : 39 orang lulusan jurusan Farmasi; 2 orang lulusan jurusan Biologi; dan 1 orang dari jurusan Matematia/Statistika. Rektor UKIT Pdt.DR.R.A.D. Siwu dalam acara pelepasan wisudawan UKIT 2013 di Manado Convention Centre (MCC) Manado (6/4), mengatakan bahwa dalam menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif, maka para lulusan diharapkan dapat mengembangkan ilmu dan keahlian yang diperoleh selama duduk dibangku kuliah agar dapat memberi nilai tambah sebagai seorang Sarjana (S1).  Disamping itu para lulusan dapat menunjukkan pribadi-pribadi yang mampu berpikir positif sehingga akan memberi dampak positif juga bagi orang lain.  Demikian juga para lulusan hendaknya memiliki integritas yang tinggi agar mampu bersaing dalam dunia kerja, hal ini juga yang ditegaskan oleh Dekan FMIPA UKIT (YPTK) Sonny D. Untu,SSi,MSi.  Selamat bagi wisudawan FMIPA UKIT....,'small is beautiful'...!!!

Kamis, 02 Mei 2013

KSP FMIPA UKIT (YPTK) 2013

KEMAH STUDI & PENGABDIAN (KSP) FMIPA UKIT YPTK 2013 :
     Salah satu unsur Tri-Dharma Perguruan Tinggi ialah Pengabdian Pada Masyarakat.  Hal ini akan dilaksanakan oleh Mahasiswa MIPA UKIT (YPTK) pada awal Mei 2013 ini (7-12 Mei). Untuk tahun 2013 ini, lokasi tempat pelaksanaannya adalah di Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat.  Meski lokasinya agak jauh, tetapi Tim Kerja KSP sangat optimis bahwa program ini dapat dilaksanakan karena sudah direncanakan secara matang.  Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan selama KSP antara lain: seminar & inventarisasi tanaman obat, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti lingkungan, dll.  Kegiatan KSP ini merupakan suatu kegiatan tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa.  Selamat buat Tim Kerja KSP MIPA UKIT 2013....,Good Luck n GBU (Redaksi).

Rabu, 01 Mei 2013

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU TA.2013/2014

INFO PENDAFTARAN MAHASISWA BARU FMIPA UKIT (YPTK)
TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Akreditasi Sesuai Surat Edaran Dirjen DIKTI
No.160/E/AK/2013 – Tanggal 1 Maret 2013


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UKIT Tomohon YPTK eksis sejak tahun 1965. Kini mengelolah 3 Program Studi (Prodi) yaitu : 1). BIOLOGI (Bidang Minat Biologi Lingkungan), 2).FARMASI (Bidang Minat Ilmu Farmasi), 3).STATISTIKA (Bidang Minat Statistika Industri).
Visi : Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki integritas pribadi yang percaya kepada Tuhan, serta ahli dalam bidang ilmunya dalam memanfaatkan sumber daya alam bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Misi : 1).Membentuk karakter manusia yang memiliki nilai etik moral, kualitas intelektual yang berjiwa pelayanan serta pengabdian; 2).Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilandasi iman dan etika dalam penerapan ilmu-ilmu dasar untuk penguasaan sains dan tekhnologi dalam usaha pemanfaatan SDA untuk pembangunan yang berkelanjutan.

JURUSAN BIOLOGI : (BIDANG MINAT BIOLOGI LINGKUNGAN)
Kompetensi Utama :
1. Ahli dalam bidang Biologi bagi kepentingan dunia industri, pertanian, kesehatan, dan lingkungan hidup.
2. Mampu menerapkan ilmu Biologi dalam pengelolaan sumber daya alam hayati dan lingkungan hidup secara etik dan bertanggungjawab
3. Mampu menerapkan metode biologi dan dapat memecahkan masalah kehidupan organisme serta lingkungan hidup
4. Mampu berwirausaha dibidang biologi dan lingkungan
Peluang Kerja :
Quality Control dalam Proses Industri, Laboran, Analis Dampak Lingkungan, Peneliti Bidang Pertanian, Bidang Kehutanan, Perikanan, Peternakan, Konsultan Lingkungan Hidup.
Beberapa Matakuliah Keahlian (MKK) :
Klimatologi, Biokimia, Biologi Sel, Ekologi Umum, Biologi Konservasi, Toksikologi Lingkungan, Pengantar AMDAL, Biologi Lingkungan, Entomologi, Kesehatan Lingkungan, Biotekhnologi Lingkungan, Biologi Laut, Kimia Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Biologi Kontrol, PSDA & Lingkungan Hidup, Biodiversity, Mikrobiologi Lingkungan, Ekofisiologi, Parasitologi, dll.
Catatan :
Khusus Jurusan Biologi disediakan BEASISWA dari Yayasan Masarang Tomohon (mulai semester 3 diberikan beasiswa sebesar Rp. 1.000.000,-).


JURUSAN FARMASI : (BIDANG MINAT ILMU FARMASI)
Kompetensi Utama :
1. Berbudi pekerti luhur dan profesional dalam bidang farmasi
2. Dapat meningkatkan cara berpikir ilmiah melalui penelitian, pengujian dan keterampilan dalam mengelolah bahan alam sebagai bahan sediaan farmasi
3. Dapat memanfaatkan, mengembangkan bahan alam untuk pelayanan kesehatan masyarakat
4. Mampu berwirausaha di bidang farmasi serta pengembangan profesi dan studi lebih lanjut
Peluang Kerja :
Quality Control dalam proses industri, Laboran, Analis Bahan Makanan (obat-obatan dan kosmetik), Peracikan Obat dalam Industri Farmasi, Berkompetensi melanjutkan studi ke Profesi Apoteker.

Beberapa Matakuliah Keahlian (MKK) :
Toksikologi Dasar, Analisis Instrumen, Nutrisi, Manajemen Farmasi, Kimia Lingkungan & Penanganan Limbah, Farmasetika, Farmakologi & Toksikologi, Farmakologi Bahan Alam, Patologi Klinik, Imunologi, Kimia Analisis Kualitatif, Analisis Farmasi, Farmasi Kelautan, Kosmetologi, Fitokimia, Fitofarmasi, Analisis Bahan Makanan dan Kosmetika, Kimia Medisinal, Farmakognosi, Kimia Fisik, Mikrobiologi & Virologi, Statistika Farmasi, dll.
Catatan :
Selain Kuliah Kerja Lapangan (KKL), untuk meningkatkan pengenalan akan dunia kerja serta proses industri farmasi, mahasiswa jurusan farmasi juga melaksanakan Kuliah Kerja Industri (KKI) di industri Farmasi di luar Sulawesi.

JURUSAN STATISTIKA : (BIDANG MINAT STATISTIKA INDUSTRI)
Kompetensi Utama :
1. Merancang suatu percobaan atau survei pada penelitian berbagai bidang ilmu
2. Menganalisis data yang diperoleh secara kuantitatif, menafsirkan dan menarik kesimpulan dari hasil analisis tersebut
3. Mengkonversi permasalahan dari suatu ilmu kedalam bahasa Statistika, dan sebaliknya mengkonversi hasil analisis dan kesimpulan yang ditarik secara Statistika kedalam bahasa ilmu yang bersangkutan
4. Menggunakan program-program aplikatif komputer untuk menunjang pengolahan data
Peluang Kerja :
Pengolah Data dan Operator Program Komputer pada instansi negeri/swasta, Perbankan, Lembaga Penelitian, Industri, Badan Perencanaan dan Penelitian, Badan Pusat Statistik.
Beberapa Matakuliah Keahlian (MKK) :
Analisis Peubah Ganda, Matematika Ekonomi, Analisis Deret Waktu, Demografi, Riset Operasi, Sistem Informasi Manajemen, Program Database & Analisis Spasial, Persamaan Diferensial Elementer, Statistika Matematika, Rancangan Percobaan, Manajemen Proses, Kewirausahaan, Aljabar Linier Lanjut, Analisis Regresi, Sistem Informasi Geografis, Proses Stokastik, Metode Simulasi, Linear Programming, Statistika Industri, Teori Probabilitas, Algoritma & Pemrograman, Analisis Real, Metode Numerik, Teknik Penarikan Sampel, dll.
Catatan : Program ‘Reward’ Matematika
Bagi anda yang memiliki nilai rapor Matematika =8 atau >8 mendapatkan penghargaan berupa potongan 50% biaya kuliah (SPP) selama 4 tahun.

BIAYA KULIAH :
A. DI UNIVERSITAS
BIAYA SEMESTER AWAL di UNIVERSITAS JUMLAH
(Rp)
1. Pendaftaran Mahasiswa baru 150.000,-
2. SPP 25% (20 SKS @Rp.60.000) 300.000,-
3. Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) 1.500.000,-
4. Dana Pengembangan Administrasi (DPA) 200.000,-
5. Kegiatan Mahasiswa 100.000,-
6. Pusat Komputer & Laboratorium 200.000,-
7. Her-Registrasi 150.000,-
T O T A L : 2.600.000,-
Catatan :
BIAYA SEMESTER SELANJUTNYA DI UNIVERISTAS ADALAH : SPP (Rp.300.000); DPA (Rp.200.000); Her-Registrasi (Rp.150.000). TOTAL Rp. 650.000,-

A. DI FAKULTAS
Biaya Semester Awal di Fakultas
Jur. Biologi/Statistika              (Farmasi)
1. SPP 20 SKS (75% - Rp.60.000/SKS) 900.000,-   (900.000,-)
2. Pembangunan (cicil 3x dlm 1 semester) 1.000.000,-   (4.000.000,-)
3. Praktikum 400.000,-   (400.000,-)
4. Dana Semesteran 300.000,-   (300.000,-)
5. Dana Taktis 200.000,-   (200.000,-)
6. Her-Registrasi 125.000,-   (125.000,-)
7. Perpustakaan 50.000,-   (50.000,-)
8. Buku Panduan Akademik 75.000,-   (75.000,-)
9. Majalah Info Sains 35.000,-   (35.000,-)
10. Buku Panduan Seminar 50.000,-   ( 50.000,-)
11. Jaket Almamater 150.000,-   (150.000,-)
12. Kegiatan Kemahasiswaan 60.000,-   (60.000,-)
13. WIFI / IT 100.000,-   ( 100.000,-)
T O T A L : 3.445.000,- 6.445.000,-
• Biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru Rp. 150.000,-

CATATAN :
Biaya semester selanjutnya (Semester II, III, dst.) terdiri dari : SPP, DANA SEMESTERAN, DANA TAKTIS, PRAKTIKUM, dan KEGIATAN MAHASISWA.

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN :
1. Lulusan SMA/SMK Sederajat Jurusan/Bidang IPA
2. Fotocopy Ijazah, Daftar Nilai, Raport (legalisir) 3 rangkap
3. Surat Keterangan Kesehatan (3 rangkap)
4. Fotocopy KTP (3 rangkap)
5. Pas Photo 6x4 (2 lembar); 3x4 (4 lembar)

SEKRETARIAT :
Kampus UKIT - Gedung Utama UKIT
d/a. Jl. Pasuwengan Kakaskasen III Kota Tomohon – Manado Sulut
Office : Telp./Fax (0431) 354933
Contact Persons :
Stefani 085256567310; Ibu Novel (Kejur Farmasi) 081356727166; Ibu Nerni (Kejur Biologi) 081356546183; Ibu Conny (Kejur Statistika) 082196486950

PENDAFTARAN :
Gelombang I : MEI – JUNI 2013
Gelombang II : JULI - AGUSTUS 2013

Online @ddress :
E-mail : mipa.ukit@yahoo.com
Facebook : fmipa ukit
Blog : http://mipa-uki-tomohon.blogspot.com/
Facebook Group : Mipa Ukit Science Community (MuSiC)
Facebook Pages : Fakultas Mipa UKIT

FMIPA UKIT (YPTK)
‘small is beautiful......’

Minggu, 17 Februari 2013

Banjir-Longsor dan Hujan Berkat

Sebuah Refleksi Ekoteologis....
 
Hujan mengguyur bumi Nyiur melambai sejak Sabtu (16/2) tiada henti, meski malam telah menyelimuti dusun-dusun kecil. Seperti biasa, orang Manado masih bisa bertutur penuh iman, " ini hujan berkat kwa...". Sebuah ungkapan yang spontan meluncur jika orang Manado yang mayoritas Kristen itu merespon jatuhnya  rintik-rintik air hujan di buminya.

Namun, pagi hari ketika selimut malam terlepas, dan para penganut agama Kristen bersiap-siap ke Gereja, kabar bencana banjir dan longsor mulai tersiar dari BBM ke BBM, dari SMS ke SMS... Hampir di setiap sudut Kota Manado tergenang banjir. Jalur jalan Tomohon-Manado putus karena longsor. Di Kota Tondano, rumah-rumah penduduk di outlet Danau Tondano berikut persawahannya terendam air. Lebih dari itu harta dan nyawa pun melayang akibat banjir dan longsor. Walhasil, ungkapan "hujan berkat" tak lagi meluncur. Walaupun sebenarnya hujan itu tetaplah berkat bagi manusia. Lho???

Yah, hujan adalah peristiwa alami dari siklus air (siklus hidrologi) yang terjadi di alam raya ini. Bayangkan jika bumi tak terbasahi oleh air hujan. Dimana padi di sawah berharap "minum"nya. Bayangkan jika tiada hujan pasti kita berhadapan dengan kekeringan. Jadi, hujan tidak bisa menjadi alamat tuduhan malapetaka ini.

Lalu, jika hujan tak bisa kita "kambing hitamkan"... kepada siapa lagi gugatan ini akan dialamatkan ?

Hujan dan panas adalah dua peristiwa yang silih berganti. Adalah juga dua peristiwa yang proses saling bergantinya kita kehendaki. disuatu saat kita butuh hujan, di saat yang lain kita butuh panas. Ritme alam yang pergantiannya sangat teratur di masa lalu. Namun di zaman ini, ritme dan frekuensi serta volumenya tidak menentu.

Jika diantara keduanya datang berlebih, maka kita kan menikmati masalah. Tapi, bukan hujan atau panas (yang berlebih), yang harus disalahkan. Jikapun datangnya berlebih, itu karena ulah manusia !

Hujan, secara alami ketika jatuh, sejatinya, ditampung oleh daerah-daerah resapan air yang biasanya diperankan oleh hutan-hutan. Kehadiran hutan pun menghambat pengikisan tanah (erosi) dan mencegah berubahnya struktur ikatan tanah yang dapat berakibat longsor.

Jadi, sadarlah kita betapa besar fungsi hutan bagi keseimbangan hidup ekosistem atau sistem alamiah. Hutan sebagaimana juga hujan adalah BERKAT. Namun, hutan kita kini semakin lenyap. Deforestasi terjadi dimana-mana. Hutan alam kini berubah menjadi lahan pertanian, atau ditransfer menjadi hutan beton alias perumahan. Jadinya, daerah tangkapan air (catchman area) menjadi berkurang dan tak mampu lagi menampung air hujan, apalagi dalam jumlah yang besar. Maka terjadilah banjir dan tanah longsor dimana-mana.

Kalau demikian maka,  "hutan berkat" yang harusnya mengatur "hujan berkat" akan menjadi masalah bagi kita, ketika kita tak mampu menjaganya.... dibutuhkan kearifan ekologis.

Lalu, jika sudah begini, apa yang bisa dilakukan ?

Butuh bertahun-tahun untuk melakukan restorasi ekosistem hutan namun itu tetap menjadi pilihan jangka panjang, paling tidak untuk anak cucu kita. Meskipun sebagian dari mereka telah menjadi korban kekinian. Yang paling dekat adalah melakukan tindakan-tindakan antisipatif, jangan-jangan bencana itu datang lagi. Paling tidak meminimalisir segala potensi masalah. Daerah rawan longsor ataupun rawan banjir seperti di daerah pinggiran sungai, yang tidak layak huni dan beresiko harus dideteksi secara utuh. Tentu saja dengan persiapan relokasi pemukiman yang lebih aman. Meskipun sulit dan mahal namun ini adalah salah satu alternatif.

Hari ini kita berduka dan turut merasakan apa yang dialami oleh saudara - saudara kita. Namun kita tentu saja tak ingin ada korban lagi di hari mendatang. Hari ini kita pasti berdoa untuk pemulihan alam, kita pun pasti akan berdiakonia untuk para korban. Tapi kita pun harus melakukan sesuatu agar kita tidak mejadi kambing hitam di waktu yang akan datang.....Karena kita tak bisa "mengkambinghitamkan" hujan yang tetap adalah berkat, apalahi hutan yang juga adalah berkat. Kekuasaan kitalah terhadap alam yang layak dikambinghitamkan, yah dosa kita terhadap lingkungan.... dosa kita yang tak mampu menjaga keseimbangan berkat Tuhan.

Pray for Sulut, Do Something for Sulut.... (Tondano, 17 Februari 2013)

Kamis, 14 Februari 2013

Peran Pemkab dan DPRD dalam Pelestarian Danau Tondano

Oleh : Yanny Y.A.G. Marentek, S.Th.
(Angg FPG DPRD Kab Minahasa 2009-2014; Ketua Badan Legislasi DPRD Kab Minahasa)

§  Introduksi
Danau Tondano disadari merupakan bagian vital kehidupan dan penghidupan masyarakat, bukan saja di Kabupaten Minahasa tetapi di Sulawesi Utara pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh mulitifungsi Danau Tondano yang memegang peran vital dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Fungsi-fungsi tersebut meliputi: sebagai sumber mata pencaharian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, pengairan bagi pertanian, objek wisata, tempat cuci-mandi, tempat berolahraga, sumber gizi masyarakat, sumber energi listrik melalui PLTA juga sebagai sumber air minum bagi sebagian masyarakat di Kota Manado melalui pengolah PDAM / PT Air Manado. Bagi kalangan ilmuwan, Danau Tondano merupakan objek penelitian.
Dengan fungsi-fungsi yang vital tersebut, maka adalah wajar jika banyak pihak memberikan reaksi ketika menyaksikan Danau Tondano mengalami berbagai masalah lingkungan. Dimaklumi bahwa sebagai warga masyarakat, pasti tidak menghendaki Danau Sumber kehidupan dan berkat akan kehilangan fungsinya.
Masalah – masalah yang dihadapi Danau Tondano, sebenarnya membutuhkan perhatian dari banyak pihak yang memangku kepentingan, namun pada kesempatan ini akan coba dibahas sejauh mana peran pemerintah selaku pihak eksekutif dan DPRD Kabupaten Minahasa selaku pihak legislatif. 

PEMUDA GEREJA DAN LINGKUNGAN HIDUP



(materi PKPG Pemuda GMIM , Tondano 2012)
Oleh:
Meidy Y. Tinangon, M.Si.
========================
  Introduksi: “menggeser paradigma, merajut aksi”
A
da sebuah kisah tentang Kapal Titanic. Kapal yang besar dan megah di masanya. Kapal yang dianggap paling besar, paling kuat, paling megah, paling hebat ! Tak seorangpun meragukan kemampuan dari kapal tersebut. Tak ada yang berpikiran bahwa kapal yang hebat tersebut suatu saat akan tenggelam. Tak ada yang memusingkan diri dengan hal tersebut.   Dalam perjalanan tersebut, orang – orang sibuk dengan kesenangan bahkan pesta. Namun apa yang terjadi ? Suatu saat kapal mengalami masalah akibat bongkahan es di laut, kapal sudah mulai tenggelam perlahan namun orang masih sibuk dengan urusan kesenangan masing-masing. Hingga akhirnya kapal pun tenggelam dengan korban jiwa yang besar.
Dalam hubungan dengan topik bahasan kita, pandangan orang-orang terhadap kapal Titanic ini sama dengan cara pandang kita terhadap bumi atau lingkungan hidup kita.
Manusia telah sekian lama menganggap bumi ini sedemikian tangguh dengan segala proses alamnya. Kita merasa bumi ini demikian besar dan begitu jauh dari kesan kerapuhan. Kita merasa bumi sangat mampu menampung sejumlah besar manusia dan kita menganggap bumi kita demikian hebatnya, dan karenanya tak akan mungkin “tenggelam” seperti keyakinan para petinggi dan orang-orang pintar dalam kisah kapal Titanic di atas.
Padahal paradigma tersebut merupakan paradigma yang kurang tepat. Bumi kita memang besar dan luas, namun dia punya keterbatasan. Bumi kita punya “limit” yang mampu didukungnya. Limit tersebut kemudian dikenal sebagai batas toleransi dan kemampuan lingkungan mendukung segala perubahan dalam lingkungannya dikenal dengan daya dukung lingkungan (carrying capacity). Melampaui limit tersebut, bumi (lingkungan hidup) kita akan terganggu keseimbangannya (homeostatis).
Karenanya, bumi kita membutuhkan sebuah tindakan pemilharaan.  Namun sebuah tindakan itu membutuhkan perubahan paradigma. Sikap dan tindakan kita terhadap lingkungan hidup akan sangat tergantung pada paradigma yang terbangun dalam pikiran kita. Semoga perubahan paradigma itu akan terwujud atau makin mewujud disini untuk sebuah rajutan aksi penyelamatan bumi... Sebuah peran pelayanan bagi keutuhan ciptaan (integrity of creation).